budidaya bebek atau itik saat ini sedang mengairahkan
karena sedang memiliki pangsa pasar yang sangat bagus. Jika anda ingin memulai
usaha budidaya ternak bebek potong ada baiknya anda terlebih dahulu mempelajari
dan memahami tentang bagaimana cara budidaya ternak bebek potong yang benar,
seperti halnya memilih bibit yang unggul, pakan ,kandang yang baik, pengelolaan
dan juga tentang pemasaran. bagi peternak bebek potong sebaiknya anda memilih
bebek jantan, karena dibanding bebek betina, bebek jantan harganya lebih
murah, dan juga pertumbuhan bebek jantan lebih baik dari pada bebek betina,
dalam kurun waktu antara 2-3 bulan berat badan bebek jantan bisa mencapai
1,5 kg. bebek yang umurnya masih muda dagingnya terasa lebih empuk,
gurih dan mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi.
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa).
Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha)
atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik
yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).
Jenis -
jenis bebek :
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya
dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:
1. Itik
petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV
2000- INA;
2. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury,
Muscovy, Cayuga;
3. Itik
ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call),
Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.
Berikut adalah cara budidaya bebek atau itik :
Syarat kandang bebek atau itik :
1. Lokasi kandang
lokasi kandang yang perlu diperhatikan
adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai
letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi
lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun
produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan
penggusuran dalam beberapa periode
produksi.
2. Temperatur kandang ± 39 ° C. dan kKelembaban
kandang berkisar antara 60-65%
3.
Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian
kandang
Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
1. kandang untuk anak itik (DOD)
Pada masa stater bisa disebut juga kandang
box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
2. kandang Brower (untuk itik remaja)
Disebut model kandang Ren/kandang kelompok
dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
3. kandang layar ( untuk itik masa bertelur)
Modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu
atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok)
dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau
untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
Pembibitan
Bebek
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar
merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil
ternak yang diharapkan.
1. Pemilihan
bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara
untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
1. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin
keunggulannya
2.
memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan
telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
3. membeli
DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah
mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah
tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.
Pemeliharaan
Bebek atau Itik
1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam
pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu
diperhatikan sejak dini untukmewaspadai timbulnya penyakit.
2. Pengontrol Penyakit
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati
serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang
sehat pada itik.
3. Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik tersebut dalam
tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu)
dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan
jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase.
Cara memberi pakan tersebut terbagi
dalam empat kelompok yaitu:
1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar
(tray feeder)
2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan
sebaran dilantai
3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
4. umur 18
minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan
dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%.
Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk
menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari
bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed
suplemen.
Pemberian
minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
1. umur 0-7
hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
2. umur 7-28
hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum
(terus menerus)
3. umur 28
hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm
dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.
Hama dan
Penyakit Itik
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam
dua hal yaitu:
1. penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme
seperti virus, bakteri dan protozoa
2. penyakit
yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis
penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
1. Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning
kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan
dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
2. Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.
Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik,
pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau
dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label
obat.
Panen Itik
atau bebek
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur
itik sedangkan hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak
daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga
Pasca Panen
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah
pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama
dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan
pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur
ruangan bahkan akan segera membusuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar