Senin, 10 Februari 2020

Rumah Burung walet



Mari Barusaha
Walet merupakan investasi nyata masa dapan
mari kita wujudkan sukses bersama.
RUMAH BURUNG WALET

“Ciri rumah burung walet yang sukses”
1. Memenuhi ciri secara alami tempat burung walet menginap sama seperti gua
2. Burung walet mudah masuk dan keluar dari rumah walet
3. Tiada sekatan ke atas alur atau corak terbang burung walet keluar masuk atau dari Lubang Masuk Burung (LMB)ke ruang inap
4. Lubang masuk burung(LMB) rumah burung walet tidak sempit
5. Kegelapan ruang inap disukai oleh walet
6. Suhu rumah burung walet (ruang inap) sama dengan suhu di gua 25°C-29°C
7. Kelembapan rumah burung walet 80-90
8. Papan sirip papan tempat bergantung walet untuk buat sarang dari kayu lembut tidak keras dan tidak mengeluarkan bau damar. Jenis kayu yang diguna adalah seraya merah, kuning
9. Susunan tweeter dalam rumah burung walet. Melibatkan suara inap dan suara panggil atau tarik.
10. Pintu masuk rumah burung walet di Lubang Terjun memudahkan burung walet masuk
11. Penggunaan suara panggil atau suara tarik yang berkualiti.
12. Penggunaan aroma. Aroma lantai dan aroma sirip.Aroma lantai biasanya dari najis burung walit sendiri menghilangkan bau smen, bau di dinding dan lantai. Aroma sirip biasanya dibuat dari sarang burung walet sendiri ia juga menghilangkan bau damar di papan sirip dan wangian untuk ruang inap. Aroma- aroma ini mampu menarik burung walit masuk meninjau RBW anda.
13. Hama pengganggu, pengusaha RBW yang berjaya akan memastikan rumah burung walitnya tiada HAMA PENGGANGGU, contohnya tikus, tokek, semut api, penyengat, lipas, kelawar dan lain2 pengganggu dlm rumah burung walet. Pengusaha perlu masuk dalam RBW sekurang-kurangnya 1 minggu atau 2 minggu sekali untuk melihat Masalah ini.
14. Makanan,pengusaha yang berjaya menyediakan makanan dlm rumah burung waletnya akan membantu burung walet kenyang dan tidak perlu terbang jauh untuk mencari makanan. Pengusaha perlu mencari ilmu kaedah yang betul dalam menyediakan makanan. Perlu diingat makanan yang menghasilkan bau busuk akan menyebabkan burung walet tidak menghuni rumah burung walet anda. Bau yang busuk mampu menarik lalat atau langau masuk ke dalam rumah burung walet. Bau busuk dan bunyi sayap langau atau lalat tidak disukai burung walet.
15. Teknik pengawalan suara bunyi iaitu SUARA PANGGIL (SP) / SUARA TARIK (ST)di pintu masuk rumah burung walet. Suara yang diperdengarkan tidak boleh terlalu nyaring. Sehingga enak di telinga, Seharusnya bunyi Tiruan Burung walet yang dimainkan adalah dengan VOLUME yang cukup sedap untuk telinga mendengar.
SIFAT-SIFAT WALET
Pada habitat aslinya walet ditemukan bersarang di gua-gua yang terpencil. Umumnya, gua itu di tebing-tebing yang curam dekat laut lepas. Di sekitar gua biasanya dikitari oleh hutan lebat. Walet lebih suka bila daerah itu memiliki perairan (sungai atau danau), padang rumput, dan pepohonan yang tinggi dan rimbun. Pada daerah seperti ini, banyak terdapat serangga-serangga kecil yang merupakan makanan walet. Di Indonesia, walet terdapat hampir di seluruh provinsi. Walet tidak menyukai daerah-daerah yang tandus. Walau terbangnya tinggi, walet tidak menyukai daerah dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut.
Untuk lokasi sarang walet sangat memerlukan tempat yang lembab. Kelembaban ruang yang dibutuhkan sekitar 85-95%. Suhu ruangan yang cocok untuk walet antara 25–29 0C. Walet menginginkan lokasi yang tenang, aman, dan belum tercemar oleh polusi udara. Walet merupakan burung yang hidup secara berkelompok. Walaupun anggota suatu kelompok dapat pindah ke kelompok lain, tetapi tidak ada walet yang hidup memisahkan diri dari lainnya. Jumlah anggota suatu kelompok walet berbeda-beda, tergantung besar kecilnya tempat tinggal. Semakin besar tempat tinggal walet, maka semakin besar pula anggota kelompoknya.
Dalam suatu rumah atau gua dapat dihuni oleh beberapa kelompok. Walet berkelompok dalam segala kegiatan hidup. Mereka berkelompok antara lain untuk berburu serangga bersama ke hutan. Pagi hari berangkat bersama dan sore hari pulang bersama kembali. Suatu kelompok walet akan membangun sarang-sarang secara berdekatan pada tempat tinggalnya. Tidak pernah dalam suatu rumah walet terjadi perselisihan antar kelompok. Walaupun hidup berdesak-desakan di satu tempat, walet tidak saling mengusik walet lainnya.
Setelah seharian mencari makan, walet pulang dan langsung beristirahat di sarang. Kalau biasanya walet terbang lurus sewaktu berburu, maka sewaktu pulang ke rumahnya walet akan terbang berputar-putar mengelilingi rumah. Pada musim membuat sarang dan bertelur, walet pulang lebih cepat dari hari biasa. Walet memang tipe burung yang memiliki sifat pulang kandang.
Walet terikat pada tempat tinggalnya dan senantiasa akan pulang ke tempat itu lagi selama keadaan tempat sesuai dan aman.
Walet menyukai tempat tinggal yang gelap. Lebih-lebih lagi bila sinar matahari yang masuk sangat sedikit. Ini sesuai dengan habitat walet asli di dalam gua yang teduh dan gelap.
Tidak seperti binatang lainnya, walet tidak mempunyai kesulitan dengan kegelapan di sekitar sarangnya. Untuk mengatasi keadaan yang gelap ini walet tidak mengandalkan panca indera matanya. Walet menggunakan sistem pantulan suara sebagai alat pengukur jarak (ekholokasi). Biasanya, walet pulang sesudah senja hari dan keadaan tempat tinggal mereka saat itu sangat gelap. Untuk mengetahui dengan tepat posisi sarang, mereka mengeluarkan suara melengking.
Suara yang dipantulkan kembali oleh dinding rumah tempat mereka bersarang, menuntun mereka untuk mengetahui lokasi dalam ruangan. Itulah sebabnya walet dapat masuk ke dalam gua yang gelap tanpa kesulitan di malam hari.
Sarang walet dibuat pada waktu malam setelah pulang. Sarang tidak dibuat sendiri-sendiri. Kedua pasangan walet, jantan dan betina, bekerja sama memoleskan air liurnya membentuk sarang. Pada kerongkongan walet terdapat sepasang kelenjar saliva yang dapat menghasilkan air liur. Pekerjaan membangun sarang dilakukan terus menerus setiap hari.
Proses pembentukan hingga sebuah sarang selesai memerlukan waktu 40–80 hari. Bila makanan walet berupa serangga banyak terdapat dan tidak pada musim bertelur, waktu yang dibutuhkan sekitar 40 hari. Akan tetapi pada saat musim bertelur, waktunya bisa dua kali lebih lama yaitu sampai 80 hari.
Di luar musim bertelur, ukuran sarang lebih kecil. Bentuk sarang kurang bagus dan tidak beraturan. Sarang ini dibuat hanya sebagai tempat istirahat. Sebaliknya, sarang yang di buat pada musim bertelur.