Mari Barusaha
Walet
merupakan investasi nyata masa dapan
mari
kita wujudkan sukses bersama.
RUMAH BURUNG WALET
“Ciri
rumah burung walet yang sukses”
1.
Memenuhi ciri secara alami tempat burung walet menginap sama seperti gua
2.
Burung walet mudah masuk dan keluar dari rumah walet
3. Tiada sekatan ke atas
alur atau corak terbang burung walet keluar masuk atau dari Lubang Masuk Burung
(LMB)ke ruang inap
4.
Lubang masuk burung(LMB) rumah burung walet tidak sempit
5.
Kegelapan ruang inap disukai oleh walet
6.
Suhu rumah burung walet (ruang inap) sama dengan suhu di gua 25°C-29°C
7.
Kelembapan rumah burung walet 80-90
8. Papan sirip papan
tempat bergantung walet untuk buat sarang dari kayu lembut tidak keras dan
tidak mengeluarkan bau damar. Jenis kayu yang diguna adalah seraya merah,
kuning
9. Susunan tweeter dalam
rumah burung walet. Melibatkan suara inap dan suara panggil atau tarik.
10.
Pintu masuk rumah burung walet di Lubang Terjun memudahkan burung walet masuk
11.
Penggunaan suara panggil atau suara tarik yang berkualiti.
12. Penggunaan aroma.
Aroma lantai dan aroma sirip.Aroma lantai biasanya dari najis burung walit
sendiri menghilangkan bau smen, bau di dinding dan lantai. Aroma sirip biasanya
dibuat dari sarang burung walet sendiri ia juga menghilangkan bau damar di
papan sirip dan wangian untuk ruang inap. Aroma- aroma ini mampu menarik burung
walit masuk meninjau RBW anda.
13. Hama pengganggu,
pengusaha RBW yang berjaya akan memastikan rumah burung walitnya tiada HAMA
PENGGANGGU, contohnya tikus, tokek, semut api, penyengat, lipas, kelawar dan
lain2 pengganggu dlm rumah burung walet. Pengusaha perlu masuk dalam RBW
sekurang-kurangnya 1 minggu atau 2 minggu sekali untuk melihat Masalah ini.
14. Makanan,pengusaha yang
berjaya menyediakan makanan dlm rumah burung waletnya akan membantu burung
walet kenyang dan tidak perlu terbang jauh untuk mencari makanan. Pengusaha
perlu mencari ilmu kaedah yang betul dalam menyediakan makanan. Perlu diingat
makanan yang menghasilkan bau busuk akan menyebabkan burung walet tidak
menghuni rumah burung walet anda. Bau yang busuk mampu menarik lalat atau
langau masuk ke dalam rumah burung walet. Bau busuk dan bunyi sayap langau atau
lalat tidak disukai burung walet.
15. Teknik pengawalan
suara bunyi iaitu SUARA PANGGIL (SP) / SUARA TARIK (ST)di pintu masuk rumah
burung walet. Suara yang diperdengarkan tidak boleh terlalu nyaring. Sehingga
enak di telinga, Seharusnya bunyi Tiruan Burung walet yang dimainkan adalah
dengan VOLUME yang cukup sedap untuk telinga mendengar.
SIFAT-SIFAT WALET
Pada
habitat aslinya walet ditemukan bersarang di gua-gua yang terpencil. Umumnya,
gua itu di tebing-tebing yang curam dekat laut lepas. Di sekitar gua biasanya
dikitari oleh hutan lebat. Walet lebih suka bila daerah itu memiliki perairan (sungai
atau danau), padang rumput, dan pepohonan yang tinggi dan rimbun. Pada daerah
seperti ini, banyak terdapat serangga-serangga kecil yang merupakan makanan
walet. Di Indonesia, walet terdapat hampir di seluruh provinsi. Walet tidak
menyukai daerah-daerah yang tandus. Walau terbangnya tinggi, walet tidak
menyukai daerah dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut.
Untuk
lokasi sarang walet sangat memerlukan tempat yang lembab. Kelembaban ruang yang
dibutuhkan sekitar 85-95%. Suhu ruangan yang cocok untuk walet antara 25–29 0C.
Walet menginginkan lokasi yang tenang, aman, dan belum tercemar oleh polusi
udara. Walet merupakan burung yang hidup secara berkelompok. Walaupun anggota
suatu kelompok dapat pindah ke kelompok lain, tetapi tidak ada walet yang hidup
memisahkan diri dari lainnya. Jumlah anggota suatu kelompok walet berbeda-beda,
tergantung besar kecilnya tempat tinggal. Semakin besar tempat tinggal walet,
maka semakin besar pula anggota kelompoknya.
Dalam suatu rumah atau gua dapat dihuni
oleh beberapa kelompok. Walet berkelompok dalam segala kegiatan hidup. Mereka
berkelompok antara lain untuk berburu serangga bersama ke hutan. Pagi hari
berangkat bersama dan sore hari pulang bersama kembali. Suatu kelompok walet
akan membangun sarang-sarang secara berdekatan pada tempat tinggalnya. Tidak
pernah dalam suatu rumah walet terjadi perselisihan antar kelompok. Walaupun
hidup berdesak-desakan di satu tempat, walet tidak saling mengusik walet
lainnya.
Setelah
seharian mencari makan, walet pulang dan langsung beristirahat di sarang. Kalau
biasanya walet terbang lurus sewaktu berburu, maka sewaktu pulang ke rumahnya
walet akan terbang berputar-putar mengelilingi rumah. Pada musim membuat sarang
dan bertelur, walet pulang lebih cepat dari hari biasa. Walet memang tipe
burung yang memiliki sifat pulang kandang.
Walet
terikat pada tempat tinggalnya dan senantiasa akan pulang ke tempat itu lagi
selama keadaan tempat sesuai dan aman.
Walet
menyukai tempat tinggal yang gelap. Lebih-lebih lagi bila sinar matahari yang
masuk sangat sedikit. Ini sesuai dengan habitat walet asli di dalam gua yang
teduh dan gelap.
Tidak
seperti binatang lainnya, walet tidak mempunyai kesulitan dengan kegelapan di
sekitar sarangnya. Untuk mengatasi keadaan yang gelap ini walet tidak
mengandalkan panca indera matanya. Walet menggunakan sistem pantulan suara
sebagai alat pengukur jarak (ekholokasi). Biasanya, walet pulang sesudah senja
hari dan keadaan tempat tinggal mereka saat itu sangat gelap. Untuk mengetahui
dengan tepat posisi sarang, mereka mengeluarkan suara melengking.
Suara
yang dipantulkan kembali oleh dinding rumah tempat mereka bersarang, menuntun
mereka untuk mengetahui lokasi dalam ruangan. Itulah sebabnya walet dapat masuk
ke dalam gua yang gelap tanpa kesulitan di malam hari.
Sarang
walet dibuat pada waktu malam setelah pulang. Sarang tidak dibuat
sendiri-sendiri. Kedua pasangan walet, jantan dan betina, bekerja sama
memoleskan air liurnya membentuk sarang. Pada kerongkongan walet terdapat
sepasang kelenjar saliva yang dapat menghasilkan air liur. Pekerjaan membangun
sarang dilakukan terus menerus setiap hari.
Proses pembentukan hingga sebuah
sarang selesai memerlukan waktu 40–80 hari. Bila makanan walet berupa serangga
banyak terdapat dan tidak pada musim bertelur, waktu yang dibutuhkan sekitar 40
hari. Akan tetapi pada saat musim bertelur, waktunya bisa dua kali lebih lama
yaitu sampai 80 hari.
Di
luar musim bertelur, ukuran sarang lebih kecil. Bentuk sarang kurang bagus dan
tidak beraturan. Sarang ini dibuat hanya sebagai tempat istirahat. Sebaliknya,
sarang yang di buat pada musim bertelur.