Tanaman jagung merupakan bahan baku
industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah di
Indonesia. Dalam bentuk biji utuh, jagung dapat diolah misalnya menjadi tepung
jagung, beras jagung, dan makanan ringan (pop corn dan jagung marning). Jagung
dapat pula diproses menjadi minyak goreng, margarin, dan formula makanan. Pati
jagung dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan seperti
es krim, kue, dan minuman.
Karena cukup beragamnya kegunaan dan
hasil olahan produksi tanaman jagung tersebut diatas, dan termasuk sebagai
komoditi tanaman pangan yang penting, maka perlu ditingkatkan produksinya
secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan.
SYARAT
PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
Curah hujan ideal sekitar 85-200
mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu
mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim
kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya
akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal.
Suhu optimum antara 230 C
- 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun
tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah
antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari
8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan
pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian
optimum antara 50-600 m dpl.
PEDOMAN TEKNIS
BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG
A. Syarat Benih
Jagung
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik
genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%.
Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam
POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).
B. Pengolahan
Tanah
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman
sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke
dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan
ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat
saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman
20 cm.
Saluran ini dibuat terutama pada
tanah yang drainasenya jelek. Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur
(dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1
bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah
dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman
jagung.
C. Pemupukan
Takaran per hektar pupuk kandang 2
ton, urea 300 kg, SP36 150 kg, KCl 75 kg. Pupuk urea diberikan 2 kali,
masing-masing 1/2 bagian pada saat tanaman berumur 18 hari dan 35 hari.
Sedangkan pupuk kandang, SP36 dan KCl diberikan seluruhnya pada saat tanam.
D. Penanaman
Jagung
Waktu tanam · Sebaiknya musim
penghujan.
1.
Penentuan Pola Tanaman Jagung
Beberapa pola tanam yang biasa
diterapkan :
- Tumpang sari (
intercropping ),melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau
berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang
sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
- Tumpang gilir ( Multiple
Cropping ),dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan
faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda,
padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.
- Tanaman Bersisipan ( Relay
Cropping ),pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman
selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang
berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen
disisipkan kacang panjang.
- Tanaman Campuran ( Mixed Cropping
), penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam
maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan
terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung,
kedelai, ubi kayu.
2. Lubang Tanam
dan Cara Tanam Tanaman Jagung
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5
cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan
dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung
berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2
tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1
tanaman/lubang).
- Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak
baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah.
Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai
akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk
mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam
(hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan
sewaktu penanaman.
- Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu
sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau
cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman
yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka
dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
- Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan
dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah
rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya
aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu
pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan
cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk
guludan yang memanjang.
- Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan
penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar
tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih
besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman
jagung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar